PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan mendukung Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan umum 2024 mendatang. Alasannya, mereka tak mau mendukung kandidat yang bermasalah dalam hal intoleransi karena Bapak  Anies dianggap punya masalah dalam dua hal itu.

Menurut banyak surat kabar yang dimuat dalam media online, seperti yang dikatakan, Wakil Ketua Pembina PSI Grace Natalie menyatakan partainya memeluk teguh prinsip antiintoleransi. Itu sebabnya, dari sembilan nama  yang mereka jagokan tak ada nama Anies di sana dan akhirnya mereka memilih Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024

Beberapa hari setelah diumumkan PSI tentang Capres 2024 dengan memilih Ganjar Pranowo  , penilaian berbeda justru diberikan oleh partai yang jauh lebih besar yakni Partai Nasional Demokrat. Partai yang memiliki 59 kursi di DPR ini memilih Anies layak untuk dimasukkan sebagai calon presiden. Anies dianggap memenuhi kriteria untuk diajukan sebagai calon presiden.

Dua partai yang memilih capres 2024 ini memang sangat bertolak belakang. Bagaikan langit dan bumi. Namun, untuk mengetahui mana yang tepat menjadi Presiden 2024 sangatlah mudah jika didasarkan dengan apa yang dirasakan warga mengenai hasil karya dari tokoh yang layak dicapreskan. Mari kita lihat Warga Jakarta sendiri, secara terang benderang dapat melihat dan merasakan jejak langkah yang telah dilakukan oleh Anies Rasyid Baswedan.  Termasuk dalam soal intoleran seperti yang dituduhkan padanya.

Intoleransi adalah kata yang memiliki makna negatif dan merupakan lawan dari kata toleransi. Berbanding terbalik dengan intoleransi, kata toleransi memiliki arti positif, yakni sikap atau perilaku toleran, sebagaimana diterjemahkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Secara istilah, toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai antarindividu atau antarkelompok lingkungan masyarakat tertentu. Sikap toleransi harus dikedepankan dalam kehidupan untuk menghadapi perbedaan.

Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa intoleransi adalah sikap abai atau rasa ketidakpedulian terhadap eksistensi orang lain. Sikap intoleransi seringkali tidak manusiawi sehingga memicu konflik dan kebencian atas sebuah perbedaan.

Adapun beberapa contoh sikap dan perilaku intoleransi sebagai berikut: Mengejek agama lain
Mengolok-olok teman yang memiliki perbedaan warna kulit, Hanya ingin berteman dengan orang yang seagama, Tidak menghormati dan menghargai orang lain karena perbedaan suku
Mengganggu orang yang sedang beribadah.

Apakah Anies Baswedan, sebagai Bakal Calon Presiden 2024, melakukan hal intoleransi? Dalam video yang sempat viral bulan September 2022, Ketua Umum Perkumpulan Generasi Penerus Bangsa (GPB), Imanuel Ebenhaezer Lubis menyatakan rumor yang menyebutkan Anies Baswedan intoleran adalah sebuah hal yang bodoh dan keliru karena tidak ada data dan buktinya.

“Saya bingung mendengar sekelompok atau oknum pribadi yang mengatakan Bapak Anies Baswedan itu adalah orang intoleran dan radikal, apa dasarnya”, Tegas Imanuel kepada Wartawan.

Lebih lanjut Imanuel Ebenhaezer Lubis yang sering disebut Pendeta Milineal mengatakan perhatian Anies terhadap umat beragama sangat besar dengan bukti  bantuan operasional tempat ibadah (BOTI), mereka penganut Kristiani terbantu dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk dalam sekolah minggu dan para pengajarnya.

“Sudah jelaslah Bapak Anies Baswedan memberikan perhatian yang besar terhadap Berbagai Agama di Indonesia dengan diawali memberi bantuan kepada masjid  melalui pengusul hibah yaitu Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI. Hingga akhirnya, pada 2020, tempat ibadah semua agama mendapat bantuan”, pungkas Anak Muda yang menjabat Direktur Penggalangan Massa Anies Mania (AMAN).

Lebih lanjut IEL juga mengatakan di tempat lain, umat Hindu pun mendapatkan perhatian serupa. Awal Maret lalu juga, Anies melakukan dialog dengan para pemuka agama Hindu. Dari pertemuan itu terungkap mereka kekurangan guru. Tanggapan pihak Pemprov, mereka membantu kesulitan itu.

“Umat Hindu saja mendapatkan perhatian serupa dan mana ada Bapak Anies Baswedan membenci salah satu agama di Indonesia, Pada waktu Anies menjabat Pihak Pemprov membantu kesulitan Umat Hindu”, tegas Imanuel.

Perlu diketahui dalam APBD Jakarta 2022 tertera total dana hibah untuk tempat ibadah dan lembaga di Jakarta mencapai Rp 352 miliar. Jumlah ini meningkat dari nilai sebelumnya yang berjumlah Rp 140,520 miliar.

Melihat hal diatas menjadi data dan bukti bahwa Anies Baswedan telah mematahkan tudingan yang mengatakan bahwa dirinya sebagai tokoh yang intoleran. Tanggapan Anies, tudingan semacam ini memang tidak perlu diindahkan. Anies Baswedan sendiri telah menyatakan saat ini dia hanya mengirimkan kenyataan bukan penyataan seperti yang dikatakannya di Balai Kota 16 Oktober 2022 pada saat Perpisahan Gubernur DKI Jakarta.

Dari kesimpulan diatas maka Imanuel Ebenhaezer Lubis mengatakan bahwa data yang mengatakan Anies Baswedan adalah tokoh intoleran adalah keliru dan anak muda tersebut meminta agar diberikan buktinya

“Saya minta jika ada masyarakat berkata Anies Baswedan adalah tokoh intoleransi maka berikan data dan buktinya, jangan asal ngomong dan menyebarkan hoax”, Tegas Imanuel.

Foto : Imanuel Ebenhaezer Lubis selaku Ketua Umum GPB
Imanuel Ebenhaezer Lubis selaku Ketua Umum GPB

TH

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here